Mengenal Sifat Material #7 Difusi, Oksidasi, Korosi Difusi

Mengenal Sifat Material #7 Difusi, Oksidasi, Korosi Difusi

Mengenal Sifat Material #7 Difusi, Oksidasi, Korosi Difusi Difusi adalah peristiwa di mana terjadi tranfer materi melalui materi lain. Transfer materi ini berlangsung karena atom atau partikel selalu bergerak oleh agitasi thermal. Walaupun sesungguhnya gerak tersebut merupakan gerak acak tanpa arah tertentu, namun secara keseluruhan ada arah neto dimana entropi akan meningkat proses irreversible Analisis Matematis

Difusi, Analisis Matematis Kondisi Mantap materi masuk di xa materi keluar di x Ca Cx xa x J x D x dC

dx Ini merupakan Hukum Fick Pertama D adalah koefisien difusi, dC/dx adalah variasi konsentrasi dalam keadaan mantap di mana C0 dan Cx bernilai konstan Difusi, Analisis Matematis Kondisi Transien Ca materi masuk di xa t2

materi keluar di x t1 t=0 xa x x Cx2 Cx1 Cx0=0 dC x J d dC x x D dt

x dx dx Ini merupakan Hukum Fick Ke-dua Jika D tidak tergantung pada konsentrasi maka dC x d 2C x D dt dx 2 Difusi, Analisis Matematis Persamaan Arrhenius Persamaan Arrhenius adalah persamaan yang menyangkut laju reaksi Lr ke Q / RT

Q : energi aktivasi (activation energy), R : gas (1,98 cal/mole K), T : temperatur absolut K, k : konstanta laju reaksi (tidak tergantung temperatur). Koefisien Difusi Dari hasil eksperimen diketahui bahwa koefisien difusi D D D0 e Q / RT berbentuk sama sepert persamaan Arrhenius Macam Difusi Difusi, Macam Difusi 1. Difusi Volume Difusi volume (volume diffusion) adalah transfer materi menembus volume materi lain

bidang batas butiran 3. Difusi Permukaan permukaan permukaan 2. Difusi Bidang Batas retakan D permukaan Dbidangbatas Dvolume Efek Hartley-Kirkendall Difusi, Efek Hartley-Kirkendal Efek Hartley-Kirkendal menunjukkan bahwa difusi timbal balik dalam

alloy biner terdiri dari dua jenis pergerakan materi yaitu A menembus B dan B menembus A. Analisis yang dilakukan oleh Darken menunjukkan bahwa dalam proses yang demikian ini koefisien difusi terdiri dari dua komponen yang dapat dinyatakan dengan D X B D A X A DB XA dan XB adalah fraksi molar dari A dan B, DA adalah koefisien difusi B menembus A, DB adalah koefisien difusi A menembus B Difusi dan Ketidaksempurnaan Kristal Difusi, Ketidaksempurnaan Kristal Kekosongan posisi pada kristal hadir dalam keseimbangan thermodinamis Padatan menjadi campuran antara kekosongan dan isian. energi yang diperlukan untuk

membuat satu posisi kosong jumlah posisi kosong Nv e E v / kT N0 Nv total seluruh posisi Sebagai gambaran, Ev = 20 000 cal/mole, pada 1000K ada satu kekosongan dalam 105 posisi atom. Difusi, Ketidaksempurnaan Kristal Dalam kenyataan padatan mengandung pengotoran yang dapat melipatgandakan jumlah kekosongan, mempermudah terjadinya difusi. Selain migrasi kekosongan, migrasi interstisial dapat terjadi apabila atom materi yang berdifusi berukuran cukup kecil dibandingkan dengan ukuran atom material yang ditembusnya Difusi, Ketidaksempurnaan Kristal

Ketidak-sempurnaan Frenkel dan Schottky tidak mengganggu kenetralan listrik, dan kristal tetap dalam keseimbangan thermodinamis. Frenkel Schottky Ketidak-sempurnaan mana yang akan terjadi tergantung dari besar energi yang diperlukan untuk membentuk kation interstisial atau kekosongan anion. Pada kristal ionik konduktivitas listrik pada temperatur tinggi terjadi karena difusi ion dan hampir tidak ada kontribusi elektron. Oleh karena itu konduktivitas listrik sebanding dengan koefisien difusi. konduktivitas listrik oleh konduksi ion faktor yang tergantung dari macam ketidak-sempurnaan. kd = 1 untuk ion interstisial

kd > 1 untuk kekosongan Cd qd2 d k d Dd kT muatan ketidak-sempurnaan konsentrasi ketidak-sempurnaan Difusi, Polimer dan Silikat Difusi Dalam Polimer Dan Silikat Dalam polimer, difusi terjadi dengan melibatkan gerakan molekul panjang. Migrasi atom yang berdifusi mirip seperti yang terjadi pada migrasi interstisial. Namun makin panjang molekul polimer gerakan makin sulit terjadi, dan koefisien difusi makin rendah. Pada silikat, ion silikon biasanya berada pada posisi sentral tetrahedron dikelilingi oleh ion oksigen

Ion positif alkali dapat menempati posisi antar tetrahedra dengan gaya coulomb yang lemah. Oleh karena itu natrium dan kalium dapat dengan mudah berdifusi menembus silikat Selain itu ruang antara pada jaringan silikat tiga dimensi memberi kemudahan pada atom-atom berukuran kecil seperti hidrogen dan helium untuk berdifusi dengan cepat. Oksidasi Oksidasi Oksidasi : reaksi kimia di mana oksigen tertambahkan pada unsur lain Unsur yang menyebabkan terjadinya oksidasi disebut unsur pengoksidasi Reaksi reduksi : reaksi di mana oksigen dilepaskan dari suatu senyawa Unsur yang menyebabkan terjadinya reduksi disebut unsur pereduksi. Reaksi redoks (redox reaction): reaksi dimana satu materi teroksidasi dan materi yang lain tereduksi. Tidak semua reaksi redoks melibatkan oksigen. Akan tetapi semua reaksi redoks melibatkan transfer elektron Reagen yang kehilangan elektron,

dikatakan sebagai teroksidasi Reagen yang memperoleh elektron, dikatakan sebagai tereduksi Berikut ini kita akan melihat peristiwa oksidasi melalui pengertian thermodinamika. Proses Oksidasi Oksidasi, Proses Oksidasi Kecenderungan metal untuk bereaksi dengan oksigen didorong oleh penurunan energi bebas yang mengikuti pembentukan oksidanya Energi Bebas Pembentukan Oksida pada 500K dalam Kilokalori.[12]. Kalsium -138,2 Hidrogen

-58,3 Magnesium -130,8 Besi -55,5 Aluminium -120,7 Kobalt -47,9 Titanium

-101,2 Nikel -46,1 Natrium -83,0 Tembaga -31,5 Chrom -81,6 Perak

+0,6 Zink -71,3 Emas +10,5 Kebanyakan unsur yang tercantum dalam tabel ini memiliki energi bebas pembentukan oksida bernilai negatif, yang berarti bahwa unsur ini dengan oksigen mudah berreaksi membentuk oksida Oksidasi, Proses Oksidasi Lapisan Permukaan Metal Energi bebas untuk pembentukan oksida pada perak dan emas bernilai positif. Unsur ini tidak membentuk oksida. Namun material ini jika bersentuhan dengan udara akan terlapisi oleh

oksigen; atom-atom oksigen terikat ke permukaan material ini dengan ikatan lemah van der Waals; mekanisme pelapisan ini disebut adsorbsi. Pada umumnya atom-atom di permukaan material membentuk lapisan senyawa apabila bersentuhan dengan oksigen. Senyawa dengan oksigen ini benar-benar merupakan hasil proses reaksi kimia dengan ketebalan satu atau dua molekul; pelapisan ini mungkin juga berupa lapisan oksigen satu atom yang disebut kemisorbsi (chemisorbtion). Oksidasi, Proses Oksidasi Rasio Pilling-Bedworth Lapisan oksida di permukaan metal bisa berpori (misalnya dalam kasus natrium, kalium, magnesium) bisa pula rapat tidak berpori (misalnya dalam kasus besi, tembaga, nikel). Muncul atau tidak munculnya pori pada lapisan oksida berkorelasi dengan perbandingan volume oksida yang terbentuk dengan volume metal yang teroksidasi. Perbandingan ini dikenal sebagai Pilling-Bedworth Ratio: volume oksida M

D volume metal am Md d amD M : berat molekul oksida (dengan rumus MaOb), D : kerapatan oksida, a : jumlah atom metal per molekul oksida, m : atom metal, d : kerapatan metal. Jika < 1, lapisan oksida yang terbentuk akan berpori. Jika 1 , lapisan oksida yang terbentuk adalah rapat, tidak berpori. Jika >> 1, lapisan oksida akan retak-retak. Penebalan Lapisan Oksida Oksidasi, Penebalan Lapisan Oksida

a). Jika lapisan oksida yang pertama-tama terbentuk adalah berpori, maka molekul oksigen bisa masuk melalui pori-pori tersebut dan kemudian bereaksi dengan metal di perbatasan metal-oksida. Lapisan oksida bertambah tebal. Situasi ini terjadi jika rasio volume oksida-metal kurang dari satu. Lapisan oksida ini bersifat non-protektif, tidak memberikan perlindungan pada metal yang dilapisinya terhadap proses oksidasi lebih lanjut. lapisan oksida berpori metal oksigen menembus pori-pori

daerah terjadinya oksidasi lebih lanjut Oksidasi, Penebalan Lapisan Oksida b). Jika lapisan oksida tidak berpori, ion metal bisa berdifusi menembus lapisan oksida menuju bidang batas oksida-udara; dan di perbatasan oksida-udara ini metal bereaksi dengan oksigen dan menambah tebal lapisan oksida yang telah ada. Proses oksidasi berlanjut di permukaan. Dalam hal ini elektron bergerak dengan arah yang sama agar pertukaran elektron dalam reaksi ini bisa terjadi. metal M e

+ lapisan oksida tidak berpori Ion logam berdifusi menembus oksida Elektron bermigrasi dari metal ke permukaan oksida daerah terjadinya oksidasi lebih lanjut Oksidasi, Penebalan Lapisan Oksida c). Jika lapisan oksida tidak berpori, ion oksigen dapat berdifusi menuju bidang batas metal-oksida dan bereaksi dengan metal di bidang batas metal-oksida. Elektron yang dibebaskan dari permukaan logam tetap bergerak ke arah bidang

batas oksida-udara. Proses oksidasi berlanjut di perbatasan metal-oksida. metal lapisan oksida tidak berpori Ion oksigen berdifusi O menembus oksida Elektron bermigrasi dari metal ke permukaan oksida 2 e daerah terjadinya oksidasi lebih lanjut d). Mekanisme lain yang mungkin terjadi adalah gabungan antara b) dan c)

di mana ion metal dan elektron bergerak ke arah luar sedang ion oksigen bergerak ke arah dalam. Reaksi oksidasi bisa terjadi di dalam lapisan oksida. Oksidasi, Penebalan Lapisan Oksida Terjadinya difusi ion, baik ion metal maupun ion oksigen, memerlukan koefisien difusi yang cukup tinggi. Sementara itu gerakan elektron menembus lapisan oksida memerlukan konduktivitas listrik oksida yang cukup tinggi pula. Oleh karena itu jika lapisan oksida memiliki konduktivitas listrik rendah, laju penambahan ketebalan lapisan juga rendah karena terlalu sedikitnya elektron yang bermigrasi dari metal menuju perbatasan oksida-udara yang diperlukan untuk pertukaran elektron dalam reaksi. Jika koefisien difusi rendah, pergerakan ion metal ke arah perbatasan oksida-udara akan lebih lambat dari migrasi elektron. Penumpukan ion metal akan terjadi di bagian dalam lapisan oksida dan penumpukan ion ini akan menghalangi difusi ion metal lebih lanjut. Koefisien difusi yang rendah dan konduktivitas listrik yang rendah dapat membuat lapisan oksida

bersifat protektif, menghalangi proses oksidasi lebih lanjut. Oksidasi, Penebalan Lapisan Oksida Laju Penebalan Lapisan Oksida Jika lapisan oksida berpori dan ion oksigen mudah berdifusi melalui lapisan oksida ini, maka oksidasi di permukaan metal (permukaan batas metal-oksida) akan terjadi dengan laju yang hampir konstan. Lapisan oksida ini nonprotektif. Jika x : ketebalan lapisan oksida maka dx k1 dt dan x k1t k 2 Jika lapisan oksida bersifat protektif, transfer ion dan elektron masih mungkin terjadi walaupun dengan lambat. Dalam keadaan demikian ini komposisi di kedua sisi permukaan oksida (yaitu permukaan batas oksidametal dan oksida-udara) bisa dianggap konstan. Kita dapat

mengaplikasikan Hukum Fick Pertama, sehingga dx k3 dt x dan x 2 k3t k 4 Oksidasi, Penebalan Lapisan Oksida Jika lapisan oksida bersifat sangat protektif dengan konduktivitas listrik yang rendah, maka x A log(Bt C ) A, B, dan C adalah konstan. Kondisi ini berlaku jika terjadi pemumpukan muatan (ion, elektron) yang dikenal dengan muatan ruang, yang menghalangi gerakan ion dan elektron lebih lanjut. Agar lapisan oksida menjadi protektif, beberapa hal perlu dipenuhi oleh lapisan ini.

Ia tak mudah ditembus ion, sebagaimana; Ia harus melekat dengan baik ke permukaan metal; adhesivitas antara oksida dan metal ini sangat dipengaruhi oleh bentuk permukaan metal, koefisien muai panjang relatif antara oksida dan metal, laju kenaikan temperatur relatif antara oksida dan metal; temperatur sangat berpengaruh pada sifat protektif oksida. Ia harus nonvolatile, tidak mudah menguap pada temperatur kerja dan juga harus tidak reaktif dengan lingkungannya. Oksidasi, Penebalan Lapisan Oksida Oksidasi Selektif Oksidasi Selektif. Oksidasi selektif terjadi pada larutan biner metal di mana salah satu metal lebih mudah teroksidasi dari yang lain. Peristiwa ini terjadi jika salah satu komponen memiliki energi bebas jauh lebih negatif dibanding dengan komponen yang lain dalam pembentukan oksida. Kehadiran chrom dalam alloy misalnya, memberikan ketahanan lebih baik terhadap terjadinya oksidasi Oksidasi Internal. Dalam alloy berbahan dasar tembaga dengan kandungan alluminium bisa terjadi oksidasi internal dan terbentuk Al2O3 dalam matriksnya. Penyebaran oksida yang terbentuk itu membuat

material ini menjadi keras. Oksidasi Intergranular. Dalam beberapa alloy oksidasi selektif di bidang batas antar butiran terjadi jauh sebelum butiran itu sendiri teroksidasi. Peristiwa in membuat berkurangnya luas penampang metal yang menyebabkan penurunan kekuatannya. Oksidasi selektif bisa memberi manfaat bisa pula merugikan. Korosi Korosi Korosi Karena Perbedaan Metal Elektroda Peristiwa korosi ini merupakan peristiwa elektro-kimia, karena ia terjadi jika dua metal berbeda yang saling kontak secara listrik berada dalam lingkungan elektrolit hubungan listrik perbedaan G yang terjadi apabila kedua metal terionisasi dan melarutkan ion dari permukaan masing-masing ke elektrolit dalam jumlah yang

ekivalen anoda M1 elektrolit n M1 M1 (n / m)M 2 m M1n (n / m)M 2 Jika G < 0 M1 elektron mereduksi ion M2 M1 mengalami korosi Beda tegangan muncul antara M1 dan M2 M2 m M2

katoda Korosi 1 mole metal mentransfer 1 mole elektron 96.500 coulomb Angka ini disebut konstanta Faraday, dan diberi simbol F. perubahan energi bebas G nVF tegangan antara M1 dan M2 (dalam volt) perubahan G adalah negatif jika tegangan V positif m n Reaksi M1 ( n / m)M 2 M1 (n / m)M 2 dapat dipandang sebagai dua kali setengah-reaksi dengan masing-masing setengah-reaksi adalah

M1 M1n ne dengan M 2 M 2 m me dengan G1 nV1F G2 nV2F Korosi Deret emf Deret emf pada 25o C, volt. [12]. Dengan pandangan setengah reaksi, tegangan antara anoda M1 dan katoda M2 dapat dinyatakan sebagai jumlah dari potensial

setengah reaksi. Potensial setengah reaksi membentuk deret yang disebut deret emf (electromotive force series). basis Reaksi Elektroda Potensial Elektroda NaNa+ + e + 2,172 MgMg+2 + 2e + 2,34 AlAl+3 + 3e

+ 1,67 ZnZn+2 + 2e + 0,672 CrCr+3 + 3e + 0,71 FeFe+2 + 2e + 0,440 NiNi+2 + 2e + 0,250 SnSn+2 + 2e

+ 0,136 PbPb+2 + 2e + 0,126 H22H+ + 2e 0,000 CuCu+2 + 2e 0,345 CuCu+ + e 0,522 AgAg+ + e

0,800 PtPt+2 + 2e 1,2 AuAu+3 + 3e 1,42 AuAu+ + e 1,68 Korosi Korosi Karena Perbedaan Konsentrasi Ion Dalam Elektrolit dua metal sama anoda

tercelup dalam elektrolit dengan konsentrasi berbeda membran Fe Fe katoda G per mole tergantung dari konsentrasi larutan. Fe+2 Fe+2 Anoda melepaskan ion dari permukaannya ke elektrolit dan memberikan elektron mereduksi ion pada katoda membran untuk memisahkan elektrolit di mana anoda tercelup dengan elektrolit di mana katoda tercelup

agar perbedaan konsentrasi dapat dibuat Korosi Dalam praktik, tidak harus ada membran Perbedaan kecepatan aliran fluida pada suatu permukaan metal dapat menyebabkan terjadinya perbedaan konsentrasi ion pada permukaan metal tersebut Contoh fluida cakram logam berputar Kecepatan fluida di bagian tengah cakram lebih rendah dari bagian pinggirnya Konsentrasi ion di bagian tengah lebih tinggi dibandingkan dengan bagian pinggir Bagian pinggir akan menjadi anoda

dan mengalami korosi Korosi Korosi Karena Perbedaan Kandungan Gas Dalam Elektrolit anoda membran katoda Fe Fe O2 Apabila ion yang tersedia untuk proses sangat minim, kelanjutan proses yang terjadi tergantung dari keasaman elektrolit O2 Elektrolit bersifat asam ion hidrogen pada katoda

akan ter-reduksi H hasil reduksi menempel dan melapisi permukaan katoda; terjadilah polarisasi pada katoda. Polarisasi menghambat proses selanjutnya dan menurunkan V. Namun pada umumnya atom hidrogen membentuk molekul gas hidrogen dan terjadi depolarisasi katoda. Elektrolit bersifat basa atau netral OH terbentuk dari oksigen yang terlarut dan air terjadi reaksi O 2 2H 2 O 4e 4OH konsentrasi oksigen menurun konsentrasi ion OH di permukaan katoda meningkat

terjadi polarisasi katoda transfer elektron dari anoda ke katoda menurun dan V juga menurun Depolarisasi katoda dapat terjadi jika kandungan oksigen di sekitar katoda bertambah melalui penambahan oksigen dari luar Korosi Breather valve Dalam praktik, perbedaan kandungan oksigen ini terjadi misalnya pada fluida dalam tangki metal Permukaan fluida bersentuhan langsung dengan udara sehingga terjadi difusi gas melalui permukaan fluida. Kandungan oksigen di daerah permukaan menjadi lebih tinggi dari daerah yang lebih jauh dari permukaan

Dinding metal di daerah permukaan fluida akan menjadi katoda sedangkan yang lebih jauh akan menjadi anoda Korosi Korosi Karena Perbedaan Stress Yang mendorong terjadinya korosi adalah perubahan energi bebas Apabila pada suhu kamar terjadi deformasi pada sebatang logam (di daerah plastis), bagian yang mengalami deformasi akan memiliki energi bebas lebih tinggi dari bagian yang tidak mengalami deformasi. Bagian metal di mana terjadi konsentrasi stress akan menjadi anoda dan bagian yang tidak mengalami stress menjadi katoda. Korosi Kondisi Permukaan Elektroda Proses korosi melibatkan aliran elektron, atau arus listrik. Jika permukaan katoda lebih kecil dari anoda, maka kerapatan arus listrik di katoda akan lebih besar dari kerapatan arus di anoda. Keadaan ini menyebabkan polarisasi katoda lebih cepat terjadi dan

menghentikan aliran elektron; proses korosi akan terhenti. Jika permukaan anoda lebih kecil dari katoda, kerapatan arus di permukaan katoda lebih kecil dari kerapatan arus di anoda. Polarisasi katoda akan lebih lambat dan korosi akan lebih cepat terjadi. Terbentuknya oksida yang bersifat protektif akan melindungi metal terhadap proses oksidasi lebih lanjut. Lapisan oksida ini juga dapat melindungi metal terhadap terjadinya korosi. Ketahanan terhadap korosi karena adanya perlindungan oleh oksida disebut pasivasi. Pasivasi ini terjadi karena anoda terlindung oleh lapisan permukaan yang memisahkannya dari elektrolit. Namun apabila lingkungan merupakan pereduksi, lapisan pelindung dapat tereduksi dan metal tidak lagi terlindungi. Courseware Mengenal Sifat Material #7 Difusi, Oksidasi, Korosi Sudaryatno Sudirham

Recently Viewed Presentations

  • Receivables and Sales

    Receivables and Sales

    For example, if $40,000 was borrowed from a bank by signing a note payable, the journal entry for this is a debit of $40,000 to the cash account increasing assets and a credit to notes payable for the same amount,...
  • Florida KIDS COUNT! - Florida Department of Children and Families

    Florida KIDS COUNT! - Florida Department of Children and Families

    In terms of child well-being, Florida in general has a lot of work to do. Poverty - despite an improving economy, a fifth of our children . or more. live in poverty. We need to do more to ensure those...
  • Stub Tuner Matched RF Amplifiers

    Stub Tuner Matched RF Amplifiers

    Design Strategy: RF Amplifier Design DC biasing conditions Select S-parameters for operating frequency Build input and output matching networks for desired frequency response Include RF/DC isolation simulate amplifier performance on the computer Design Strategy: Approach Power Relationships Transducer Power Gain...
  • To be successful today  NEW SEATING CHART!!!  Last

    To be successful today NEW SEATING CHART!!! Last

    NEW SEATING CHART!!! Last . Day to pay for AP Exam . TODAY!! Biomolecules Unit TEST WED 10/30. Clear off desk…all you will need is . a pencil. Enzymes: The . Biological . Catalysts. Chapter 8.4 & 8.5. Describe the...
  • Common Core State Standards

    Common Core State Standards

    Common Core State Standards Are They Right For The State of Oklahoma? 95% of respondents believed that when local Oklahoma schools are made to follow federal regulations educational opportunities for Oklahoma students decline 81% of respondents believed Oklahoma public schools...
  • leonardo da vinci flying machine

    leonardo da vinci flying machine

    leonardo da vinci's flying machine. ... There is no evidence that he built his flying machine. 1903 powered flight. The Wright flyer is the first successful powered aircraft. The wright brothers - pioneers of the air plane business ... The...
  • Nonsense Words Flash Cards - Lake Shore Middle School

    Nonsense Words Flash Cards - Lake Shore Middle School

    Arial MS Pゴシック Calibri Office Theme Nonsense Words Flash Cards PowerPoint Presentation PowerPoint Presentation PowerPoint Presentation PowerPoint Presentation PowerPoint Presentation PowerPoint Presentation PowerPoint Presentation PowerPoint Presentation PowerPoint Presentation ...
  • Easing the transition from school to university: actively

    Easing the transition from school to university: actively

    Access via blackboard TEST https://blackboardtest.ncl.ac.uk/ via FIREFOX. Link is on the SBMS teaching website Once on BB test go to NMB84: Marc Test Select StudyMate from the menu bar. There are two items available; 'Test Quiz' and 'Exam Revision'.